Jl. DR. Wahidin Sudiro Husodo No.127, Kebomas, Randuagung, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121

(031) 3981990

SEMINAR HASIL KAJIAN KOLEKSI MUSEUM DAERAH KABUPATEN GRESIK “SUNAN GIRI” LUMPANG DAN BATU PIPISAN

SEMINAR HASIL KAJIAN KOLEKSI MUSEUM DAERAH KABUPATEN GRESIK “SUNAN GIRI” LUMPANG DAN BATU PIPISAN

Kamis, 23 Juli 2026 – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik menyelenggarakan Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Daerah Kabupaten Gresik Sunan Giri “Lumpang dan Batu Pipisan: Dari Dapur, Ladang, hingga Ruang Sakral Peradaban” di Aula lantai dua Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik. Seminar ini bertujuan untuk mengkaji nilai sejarah, fungsi, dan makna budaya lumpang dan batu pipisan sebagai koleksi museum.

Seminar ini dihadiri oleh anggota DPRD Komisi II, pengelola Museum Sunan Giri, komunitas pegiat sejarah dan budaya, guru sejarah tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat, serta mahasiswa yang dipandu oleh moderator Muhammad Muchlas, S.H.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Kebudayaan Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, Ibu Mudi Rahayu, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa hasil kajian diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi guru dan mendorong peningkatan kunjungan pelajar ke Museum Sunan Giri.

Selanjutnya, Ahmad Ali Murtadho, S.Pd. selaku pengkaji menjelaskan bahwa lumpang dan batu pipisan memiliki fungsi penting, baik dalam aktivitas dapur, pertanian, maupun praktik sakral pada masa lalu. Lumpang digunakan untuk menumbuk biji-bijian besar dan dipercaya memiliki nilai spiritual dalam masyarakat agraris, sedangkan batu pipisan digunakan untuk menghaluskan bahan serta meracik obat oleh tabib (acaraki). Kajian ini bersifat deskriptif, historis, dan edukatif.

Anggota DPRD Komisi II, H. Nadlir, S.T., menyampaikan pentingnya inovasi dalam penguatan budaya khas Gresik sebagai identitas daerah melalui strategi branding agar Gresik semakin dikenal dan berkarakter.

Kegiatan seminar ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif sekaligus menjadi ruang diskusi untuk memperdalam isu-isu seperti pemanfaatan potensi budaya lokal di tengah tantangan ekonomi masyarakat, serta upaya pelestarian benda budaya, termasuk keaslian lumpang dan batu pipisan sebagai cagar budaya beserta praktik pemaknaannya di masyarakat.(AM/AF)


Related Posts

Hubungi Kami
Logo

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.