.jpg)
.jpg)

.jpg)
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik melaksanakan kegiatan observasi untuk mendukung proses pemetaan denah Kawasan Wisata Religi Syaikh Maulana Malik Ibrahim dan Kawasan wisata religi Sunan Giri di Kabupaten Gresik pada hari Rabu, 23 September 2026 dan Selasa, 29 September 2026. Observasi Kawasan Wisata Religi Syaikh Maulana Malik Ibrahim dilakukan di tiga lokasi yang terletak dalam satu kawasan, yang meliputi Makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim, Makam Pusponegoro, dan Taman Makam Pahlawan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman atas kondisi lingkungan secara langsung sebagai bahan referensi dalam pembuatan denah.
Observasi dimulai dari Makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim, lalu dilanjutkan ke Makam Pusponegoro, dan terakhir ke Taman Makam Pahlawan. Selama observasi,Disparekrafbudporamengamati lingkungan dan penataan kawasan, menggambar sketsa denah, serta mendokumentasikan berbagai objek yang ada di setiap lokasi menggunakan foto. Di Makam Pusponegoro, observasi juga dipandu oleh Bapak Rohman Kemas selaku juru pelihara makam, yang menemani untuk menjelajahi kawasan dan memberikan penjelasan mengenai bagian-bagian makam. Kemudian di Taman Makam Pahlawan, Disparekrafbudpora melakukan pengamatan serta pencatatan dengan menghitung jumlah makam sebagai informasi yang diperlukan untuk pemetaan.
Beralih ke kawasan bersejarah di sekitar Sunan Giri menjadi komponen penting dalam pengumpulan informasi untuk pembuatan denah di Kabupaten Gresik. Pada Selasa, 29 September 2026 observasi di beberapa lokasi, mulai dari Makam Sunan Giri, Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri, Makam Sunan Prapen, hingga Pasar Wisata. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai tata letak dan kondisi daerah yang akan menjadi referensi dalam pembuatan denah.
Selama kegiatan ini, Disparekrafbudpora melakukan pengamatan secara langsung, membuat sketsa denah, serta mengambil foto berbagai objek dan fasilitas yang ada di lokasi tersebut. Saat berada di Makam Sunan Giri, Disparekrafbudpora didampingi oleh Bapak Izzuddin selaku Ketua Yayasan Makam Sunan Giri, yang memberikan penjelasan mengenai area makam serta fasilitas di sekitarnya. Selanjutnya, observasi dilanjutkan ke Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri dan Makam Sunan Prapen untuk mengamati kondisi dan tata letak masing-masing tempat. Kegiatan observasi diakhiri dengan kunjungan ke Pasar Wisata yang merupakan salah satu area penunjang aktivitas wisata di kawasan Sunan Giri.
Data-data yang diperoleh dari kegiatan observasi ini meliputi hasil pengamatan, sketsa denah, dokumentasi foto, serta informasi mengenai kondisi dan tata letak objek di Kawasan Wisata Religi Syaikh Maulana Malik Ibrahim dan Kawasan Wisata Religi Sunan Giri Gresik. Data dan gambaran langsung yang didapat di lapangan tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai referensi dalam pemetaan denah, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai penataan kawasan dan objek-objek yang terdapat di dalamnya serta memudahkan pengunjung dalam mengenali dan memahami lokasi.




