Jl. DR. Wahidin Sudiro Husodo No.127, Kebomas, Randuagung, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121

(031) 3981990

Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri” Selenggarakan Program Belajar Bersama Selama Tiga Hari untuk Pelajar Gresik Utara

Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri” Selenggarakan Program Belajar Bersama Selama Tiga Hari untuk Pelajar Gresik Utara

Dalam rangka memperkuat edukasi budaya di kalangan generasi muda, Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri” menggelar rangkaian kegiatan Belajar Bersama Museum Sunan Giri selama tiga hari berturut-turut pada 7, 8, dan 9 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berasal dari wilayah Gresik Utara.

Program ini menjadi salah satu upaya museum dalam menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Gresik kepada peserta didik melalui pendekatan materi dan praktik langsung.

Pembukaan dengan Tarian Tradisional

Seluruh rangkaian acara diawali dengan penampilan tarian tradisional yang menjadi simbol penyambutan sekaligus pengenalan seni budaya daerah kepada para peserta. Penampilan ini memberikan suasana semangat dan menjadi pembuka yang menggambarkan kekayaan tradisi Gresik sebagai bagian penting dari identitas budaya lokal.

Hari Pertama: Pengenalan Permainan Tradisional untuk Siswa SD

Kegiatan hari pertama dilaksanakan pada Selasa (7/10) dan diikuti oleh siswa-siswi dari tiga sekolah dasar di Gresik Utara, yaitu SD NU Kanjeng Sepuh, SDN 263 Mriyunan, dan SD Muhammadiyah Sidayu.

Dengan mengangkat tema “Belajar Bersama Mengenal Permainan Tradisional”, peserta diperkenalkan pada sejarah, nilai budaya, dan makna filosofis permainan rakyat yang sejak dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gresik.

Tidak hanya mendapatkan materi, para peserta juga mengikuti sesi praktik bermain permainan tradisional bersama. Kegiatan ini berlangsung penuh antusiasme dan keceriaan, sekaligus memberikan pengalaman edukatif mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal melalui permainan rakyat yang sarat nilai kebersamaan dan sportivitas.

Hari Kedua: Kupat Keteg sebagai Warisan Kuliner Gresik untuk Pelajar SMP

Rabu (8/10) menjadi giliran peserta dari jenjang SMP, yaitu MTs Al Muniroh Ujung Pangkah, MTs Muhammadiyah 3 Ujung Pangkah, dan MTs Tarbiyatul Islam Karang Rejo.

Dengan tema “Belajar Bersama Mengenal Kuliner Tradisional Kupat Keteg”, kegiatan ini menghadirkan Fathus Syakur dari Komunitas Giri Simbo sebagai pemateri.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Kupat Keteg, nilai budaya yang melekat pada kuliner tersebut, serta perannya sebagai identitas kuliner masyarakat Gresik.

Sebagai bentuk pembelajaran langsung, para siswa juga mengikuti sesi praktik bersama Komunitas Giri Simbo untuk mengetahui proses pembuatan Kupat Keteg. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami kuliner secara teori, tetapi juga mempraktikkan langkah-langkah pembuatannya secara nyata.

Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi para pelajar sekaligus membuka wawasan mengenai pentingnya menjaga dan mempromosikan kekayaan kuliner tradisional sebagai bagian dari budaya daerah.

Hari Ketiga: Fotografi untuk Promosi Media bagi Pelajar SMA

Pada Kamis (9/10), kegiatan memasuki hari terakhir dengan peserta dari tingkat SMA, yaitu SMA Muhammadiyah 7 Gresik, SMK Muhammadiyah 5 Gresik, dan SMK Al Ikhlas Panceng.

Mengusung tema “Belajar Bersama Fotografi untuk Promosi Media”, kegiatan ini menghadirkan Habib Elfikri sebagai narasumber. Materi yang diberikan berfokus pada pengenalan dasar fotografi serta pemanfaatannya sebagai media dokumentasi dan promosi budaya, khususnya dalam konteks museum.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi praktik memotret di area museum. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pelajar untuk menerapkan teknik fotografi secara langsung, sekaligus mengamati koleksi budaya dari perspektif visual yang kreatif dan informatif.

Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa media visual memiliki peran penting dalam memperkenalkan budaya dan museum kepada masyarakat luas.

Memperkuat Peran Museum sebagai Pusat Edukasi dan Pelestarian Budaya. Rangkaian kegiatan Belajar Bersama Museum Sunan Giri selama tiga hari ini menjadi bentuk nyata komitmen Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri” dalam menjadikan museum sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan relevan bagi berbagai jenjang pendidikan. Melalui pendekatan materi dan praktik langsung, peserta didorong untuk mengenal budaya Gresik secara lebih dekat—mulai dari permainan tradisional, kuliner khas, hingga media visual sebagai sarana promosi budaya.

Museum berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta budaya sejak dini, meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian warisan budaya, serta memperkuat museum sebagai pusat pengetahuan dan kebudayaan bagi masyarakat Gresik


Related Posts

Hubungi Kami
Logo

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.