

Gresik Sebagai bagian dari upaya untuk memajukan sektor ekonomi kreatif (Ekraf), Kabupaten Gresik menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sarasehan Merajut Kolaborasi, Menumbuhkan Ekonomi Kreatif Gresik. Acara ini dihadiri oleh berbagai pelaku Ekraf di Kabupaten Gresik serta stakeholder terkait yang memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah.
Dalam sarasehan ini, tiga narasumber utama memberikan pemaparan yang sangat menarik dan relevan dengan tema acara. Mereka adalah:
1. Dimas Seto Wicaksono, SH., M.KN, Anggota DPRD Gresik,
2. Mujid Riduan, SH, Wakil Ketua DPRD Gresik, dan
3. Khurin In Noviarani, S.Kom, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kabupaten Gresik.
Ketiga narasumber tersebut berbagi pandangan mereka tentang pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif. Dimas Seto Wicaksono menyatakan, "Kolaborasi yang solid antara berbagai pihak akan menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan daya saing produk lokal."
Sebagai hasil dari kegiatan ini, beberapa poin penting yang disepakati oleh para peserta adalah:
1. Membuka Ruang Kolaborasi yang Lebih Luas – Diskusi yang berlangsung dalam sarasehan ini membuka berbagai peluang untuk memperkuat jaringan antar pelaku ekonomi kreatif dan stakeholder terkait.
2. Mendukung Inovasi Produk Lokal – Para peserta sepakat untuk terus mendorong inovasi yang dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal, agar dapat dikenal lebih luas di pasar regional hingga internasional.
3. Menciptakan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Inklusif – Dengan membangun ekosistem yang inklusif, diharapkan lebih banyak pihak, termasuk masyarakat, dapat ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi kreatif di Gresik.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Gresik. Dengan adanya ruang untuk berkolaborasi, inovasi produk lokal akan semakin terfasilitasi, menciptakan ekosistem yang lebih inklusif, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat Gresik.





