
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Museum Daerah Kabupaten Gresik Sunan Giri kembali melaksanakan kegiatan “Belajar Bersama di Museum” pada tanggal 5–7 Mei 2026. Kegiatan edukatif ini diikuti oleh pelajar tingkat SMP dan MTs dari berbagai sekolah di Kabupaten Gresik dengan tujuan memperkenalkan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) khas Kabupaten Gresik kepada generasi muda. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta diajak mengenal berbagai budaya lokal melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, mulai dari paparan materi, permainan edukatif, praktik kesenian, pemutaran video, hingga kunjungan langsung ke ruang pamer museum.
Pada hari pertama, Selasa, 5 Mei 2026 mengangkat tema “Mengenal Pudak sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Kabupaten Gresik” dengan narasumber Loemaksono, SH, M.Pd selaku penulis dan pengamat budaya Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari MTs Assaadah 1, MTs Assaadah 2, SMP Assaadah, UPT SMPN 10 Gresik, dan UPT SMPN 3 Gresik. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan sejarah Pudak sebagai makanan tradisional khas Gresik yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting identitas budaya masyarakat Gresik. Selain membahas proses pembuatan dan ciri khas Pudak, peserta juga diajak memahami nilai filosofis serta makna budaya yang terkandung di dalamnya. Suasana kegiatan berlangsung meriah saat peserta mengikuti sesi kuis dan permainan interaktif yang berkaitan dengan materi Pudak. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya peserta yang aktif menjawab pertanyaan dan berpartisipasi dalam permainan edukatif yang telah disiapkan panitia. Setelah kegiatan materi selesai, peserta diajak berkeliling museum untuk mengenal berbagai koleksi sejarah dan budaya Kabupaten Gresik melalui kegiatan tour museum yang dipandu oleh petugas museum.
Kegiatan hari kedua yang dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026, mengangkat tema “Mengenal Pencak Macan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Kabupaten Gresik” dengan pemateri Achmad Fashollin beserta tim selaku pelestari Pencak Macan. Peserta kegiatan berasal dari SMP Al-Azhar Menganti, SMP PGRI Menganti, SMP Sunan Giri Menganti, UPT SMPN 29 Gresik (SMPN 2 Menganti), dan UPT SMPN 22 Gresik. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada sejarah, tokoh, alur pertunjukan, serta makna simbolik yang terdapat dalam seni pertunjukan Pencak Macan. Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, siswa-siswi juga berkesempatan praktik kesenian Pencak Macan bersama tim pemateri. Beberapa perwakilan peserta tampak antusias mencoba mengenakan kostum dan mempraktikkan gerakan dasar Pencak Macan di depan peserta lainnya. Kegiatan berlangsung semakin hidup melalui sesi kuis dan permainan interaktif yang menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari kedua, seluruh peserta kembali diajak mengikuti tour museum untuk mengenal koleksi benda bersejarah dan budaya yang dimiliki Museum Daerah Kabupaten Gresik Sunan Giri.
Sementara itu, pada Kamis, 7 Mei 2026, kegiatan Belajar bersama di museum menghadirkan tema “Mengenal Sego Krawu sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Kabupaten Gresik” dengan narasumber Chawaun Naqiah, generasi keempat pelopor Sego Krawu dan pelestari Sego Krawu. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari MTs YKUI Maskumambang, MTs Ihyaul Ulum Dukun, MTs Refah Islami, UPT SMPN 32 Gresik, dan UPT SMPN 1 Gresik. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Sego Krawu sebagai salah satu kuliner khas Gresik yang memiliki cita rasa dan keunikan tersendiri. Materi disampaikan melalui pemaparan interaktif yang dilengkapi dengan pemutaran video mengenai proses penyajian Sego Krawu. Narasumber juga menjelaskan berbagai bahan yang digunakan serta tahapan memasak Sego Krawu secara tradisional. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah kegiatan mencicipi Sego Krawu secara langsung. Para peserta tampak antusias menikmati kuliner khas Gresik tersebut sambil mengenal lebih jauh cita rasa dan keunikan penyajiannya. Suasana kegiatan semakin meriah dengan adanya kuis interaktif yang diikuti peserta secara aktif dan penuh semangat. Melalui kegiatan “Belajar bersama di museum” ini, Museum Daerah Kabupaten Gresik Sunan Giri berharap para pelajar tidak hanya mengenal sejarah dan budaya daerah secara teori, tetapi juga dapat memahami nilai-nilai budaya lokal yang terkandung di dalam Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Gresik. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya mengenalkan Museum Daerah Kabupaten Gresik Sunan Giri serta meningkatkan minat generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya daerah.
.jpg)



