
.jpg)

Gresik – Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata Serta Memperkuat Aspek Keselamatan Pada Destinasi Wisata Tirta, Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, Dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik Menyelenggarakan Pelatihan Dan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Skema Pemandu Keselamatan Wisata Tirta Pada Tanggal 29–30 Juli 2026 Di Hotel Horison Gresik. Kegiatan Ini Diikuti Oleh 20 Peserta Yang Berasal Dari Pengelola Dan Pemandu Wisata Tirta Yang Dikelola Pemerintah Desa Maupun Swasta Di Kabupaten Gresik.
Pelatihan Dan Sertifikasi Ini Merupakan Bagian Dari Komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik Dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Pariwisata Sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Selain Memberikan Pengetahuan Dan Keterampilan Kepada Peserta, Kegiatan Ini Juga Menjadi Tindak Lanjut Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata Melalui Penyediaan SDM Yang Profesional Dan Tersertifikasi.
Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, Drg. Saifudin Ghozali, Dalam Sambutannya Menyampaikan Bahwa Pemerintah Daerah Memiliki Tanggung Jawab Dalam Melakukan Pembinaan Dan Pengawasan Terhadap Operasional Usaha Pariwisata Agar Berjalan Sesuai Standar Dan Ketentuan Yang Berlaku. Salah Satu Aspek Yang Sangat Penting Adalah Mitigasi Risiko Keselamatan Wisatawan, Khususnya Pada Destinasi Wisata Tirta.
Menurutnya, Keberadaan Pemandu Keselamatan Wisata Tirta (Lifeguard) Memiliki Peran Strategis Dalam Mencegah Kecelakaan Di Area Wisata Air, Memberikan Pertolongan Pertama Saat Keadaan Darurat, Serta Menciptakan Rasa Aman Dan Nyaman Bagi Para Pengunjung. Lebih Lanjut, Beliau Menjelaskan Bahwa Kabupaten Gresik Memiliki Sekitar 30 Objek Daya Tarik Wisata Tirta, Namun Sebagian Besar Masih Memerlukan Tenaga Pemandu Keselamatan Yang Kompeten. Oleh Karena Itu, Melalui Pelatihan Dan Sertifikasi BNSP Ini Diharapkan Lahir SDM Pariwisata Yang Profesional Dan Memiliki Kompetensi Sesuai Standar Nasional, Sehingga Mampu Mendukung Pengelolaan Destinasi Wisata Yang Aman, Berkualitas, Dan Berdaya Saing. Sinergi Antara Pemerintah, Pengelola Destinasi, Pelaku Usaha, Serta Para Pemandu Wisata Menjadi Kunci Dalam Menciptakan Perlindungan Maksimal Bagi Wisatawan.
Selama Dua Hari Pelaksanaan, Peserta Mendapatkan Pembelajaran Teori Dan Praktik Mengenai Keselamatan Wisata Tirta, Termasuk Praktik Di Kolam Renang, Materi Penanganan Keadaan Darurat, Hingga Evaluasi Kompetensi. Pada Hari Kedua, Peserta Mengikuti Rangkaian Sertifikasi Yang Meliputi Pra-Asesmen, Verifikasi Dokumen, Uji Kompetensi Tertulis, Uji Lisan, Dan Praktik Yang Dilaksanakan Oleh Asesor Dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PARNAS Bersama Instruktur Dari Asosiasi Keselamatan Safety Indonesia (AKSI). Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik Berharap Kegiatan Ini Dapat Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Destinasi Wisata Tirta Sekaligus Memperkuat Budaya Keselamatan Di Sektor Pariwisata. Dengan Tersedianya Pemandu Keselamatan Yang Kompeten Dan Tersertifikasi, Wisatawan Akan Memperoleh Rasa Aman Saat Berkunjung, Sehingga Mampu Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Serta Mendukung Terwujudnya Pariwisata Kabupaten Gresik Yang Berkualitas, Aman, Dan Berkelanjutan.




